"Personal musing inspired by past and ongoing experiences of my life…depicting how I feel and what comes hereafter. However it may also revolves around my personal whishes, hopes and beliefs which I often in doubt and wondering... what is the meaning of life.."

Wednesday, January 25, 2012

Bila kita tua


Rumah di kampung hanya ada ayah dan mak. Ayah dan mak tidak mahu tinggal di rumah saya, rumah kakak saya atau adik-beradik lain. Ayah dan mak suka duduk di kampung bersama kawan-kawannya. Kalau duduk di rumah anak, mereka kata mati kutu. Tak ada kehidupan.

Saya ada lihat kawan-kawan saya yang bawa mak atau ayah mereka tinggal bersama. Biasanya bila salah seorang ayah atau ibunya meninggal, mereka akan bawa ayah atau ibu tinggal bersama.

Ayah saya kata, emaklah teman dia. Dan kadang-kadang bila sunyi mereka berkelahi. Kemudian berbaik semula. Ayah saya jenis tak lekat di rumah kecuali adik beradik saya balik kampung. Emak juga ada geng pencennya. Mereka masih aktif lagi mencara hal orang. Dulu ada suami kawan mak saya hilang. Mak saya tolong pergi cari suami dia. Ayah saya kata lebih baik mak saya tubuh Persatuan Mencari Suami Orang yang Hilang. He he he.

Saya cuba bayangkan masa saya tua. Kalau tiada apa-apa ciptaan yang canggih, tentu saya sangat sunyi sebab nak berbalah dengan siapa? Bila mak dan ayah saya tiada, tiadalah orang yang sayang ke saya. Adik beradik ada tetapi kasih sayang adik beradik lain...

Tapi saya rasa kasih sayang allah sudah melebihi segalanya.

Tapi sunyi akan tetap mengigit saya...

1 comment:

Nong Andy said...

tak apa.. kan kamu cakap blog ni umpama pasangan kamu :)

* setia membaca :)

.