"Personal musing inspired by past and ongoing experiences of my life…depicting how I feel and what comes hereafter. However it may also revolves around my personal whishes, hopes and beliefs which I often in doubt and wondering... what is the meaning of life.."

Thursday, January 28, 2010

upside down coconut life?...

I'm single and very happy...

Be alone or not to be alone is not the measuremet of happy life... As a human being sometime i feel sad sometimes i feel happy.

I'm so horrified with people who tried to match me with someone. Even already told (8 times) them that i need nobody they still insist...to make it happen. Sometimes i wonder are they tried to make mylife broken with that someone likes theirs? he he he (sorry just to make story a little bit funny...)

Anyway, i always love my life and my job...always...even the situation of people around me weren't so good but still i love my life, my students, my HOD (head of departemeng) and my Dean. I have Sharifah Aini's Cds so there is nothing else i need to ask for kan? he he he.

i feel alive in this company... because people around me are very friendly and we are close each other, help each other, share our laugh too...We never kick other ass for our benefit...so I'm happy to be here...in the green Muadzam jugle.

But there is also `drama' in mylife... there is always a sad episode or scene. I dont care what people did till they touch my territory or say something about 'shit' because i'm not a married man. If can I want shut their mouth up in the front of everyone... i want to direct my own drama there, let them to be seated! (biar mereka pulak terduduk, huh!). I dont care about shit but I knew, everyone supported me included my friends, my family that they love me for what i am. But only to those `shited' me i dont want to keep my relationship with them in future...to give, at least a massage to do not talk bullshit about me and my unmarried life again.

I thought...i am a little different now, somebody is leaving me... i' turn into upside down coconut now (tonggeng nyiur). My life/love changed me to be more outspoken now, the silent episode is now was my 'old me'... a long time ago i will just keep quite even my ass kicked...

...my life taugh me to stand up for my right... someday there will be judgement day!


Jan: ...My friend said `sometimes alone is by choice not by nasib...'

Wednesday, January 27, 2010

Tag: Celah peha...

Kalau ada masa saya selalu baca blog rakan-rakan maya. Antaranya blog abang remmy sebab blognya sama seperti dia yang saya kenali. Dalamnya ada nilai kekeluargaan dan kasih sayang murni (yang nampak jelas).
Saya suka orang yang pandai pamir kasih sayang dengan jujur terima seada dan se tak adanya, maka sebagai penghargaan kepada Abang Remmy saya paparkan:

1)Where is your cell phone?
Celah peha, selalu duduk tepi tu. Saya tak ada casing letak kat pingang macam Ijut dan Ja. lagipun saya tak ada pingang.

2) Relationship?
Positive relationship (substitute goods), because when the price of good A increase the demand for the goods B will increase. Example, Milo and Ovaltine are substitutes goods. When the price of Milo increase, their demad will decrese (Law of demand), the ovaltine price is relativecheaper tahan Milo, so they run to Oveltine la….ak the end the demand for oveltine increase.

3) Your hair?
Black but not beauty…

4) Works?
Sudah tentu, kalau tak sapa laaa nak bayar hutang rumah? hutang kereta? kad kreadit? kutu? dan lain-lain...

5) Your sisters?
Tak tahulah macam mana saya nak hidup kalau mereka tak ada… Mereka beri sokongan yang kuat.

6) Your favourite thing?
Kalau rumah saya terbakar pertama sekali saya berkejar pantas selamatkan CD-CD Sharifah Aini, terutama CD yang bertajuk Syahdu... sebab dalam tu ada lagu `Seribu Mawar'... Pas tu kalau ada masa dan tak bahaya saya cuba selamatkan buku-buku dan kemudiannya sijil-sijil atau surat-surat bank…he he he.

7) Your dream last night?
Saya dengan mak saya jalan-jalan, naik kereta Honda, pergi pantai makan angin. Best.

8) Your favourite drink?
Nescafe…

9) Your dream car?
Honda, harap-harap dalam masa 5 tahun mendatang dapat lah ya...

10) Your shoes?
untuk berjoging, Untuk bergaya, untuk kerja semuanya ada tetapi dibiar sebek je tepi dinding… Hajat nak beli almari kaca la satu, nak pamir.

11) Your fears?
orang yang bukan keluarga kita...

12) What do you want to be in ten years?
Penulis buku yang prokdaktif atau profik.

13) Who did you hang out with last weekend?
my loneliness…

14) What are you not good at?
Pertukangan...baiki-baiki benda-benda rosak.

15) One of your wish list items?
Dia akan rasa apa yang saya rasai…

16) Where you grew up?
Dalam rumah… di sebuah kampung, daerah besut, di negeri terengganu.

17) Last thing you did?
Tadi picit jerawat...he he he, macam remaja lagi.

18) What are you wearing?
baju dan seluar… emm baju belang-belang lengang panjang, seluar itam panjang. Biasa-biasa je.

19) What aren't you wearing?
He he he… kawan-kawan rapat je tahu...

20) Your pet?
Ada la sekawan ikan dalam kolam perhiasan kecil… lain-lain tu kucing jiran.

21) Your computer?
Kompaq HP7540, yang pejabat punya, saya tak ada computer, he he he. Menaip di pejabat je. Hajat tahun ni nak sambar la satu lektop… dah lama idam.Bertahun dah.

22) Your life?
Kadang rasa gembira bagai nak melompat, kadang terduduk meraung… tapi akhir-akhir ni payah nak tidur malam…tapi dengan hidup yang begini mencabar sapa yang tak kan?

23) Missing?
When the heartache is over, I know I won’t missing anything…

24) What are you thinking about right now?
Nak balik nak perangat kari ikan...

25) Your car?
Ada kat belakang bangunan kawasan parking...

26) Your kitchen?
Everything nicely arranged and tidy…gitu.

27) Your favourite colour?
Merah…

28) Last time you laughed?
Laughing maniacally? Tak ingat… tapi sebelum bulan puasa kot…

29) Last time you cried?
Pagi tadi, saya kesian ingat sahabat baik saya kehilangan ibunya. Tapi dia sms beritahu jangan nangis, dia kata saya kena kuat!...he he he terbalik kot

30) Love?
...nop. At last only i found out that we only love ourself and others love themself...

Seribu mawar...
Cintamu yang tak ikhlas
Padaku yang setia
Kau anggap aku tidak tahu
Kau curang di belakangku

Cinta bukannya harta
Cinta adalah jiwa
Tak mungkin dapat kau membeli
Hatiku yang telah terluka

( bridge )
Biar seribu malam
Tak bisa memujukku
Tak bisa menghuraikan
Rahsia hatiku terhadapmu
Kau masih menggangguku
Di dalam resah kesah
Di waktu aku rindu
Kenangan manis bersamamu

( korus )
Andai dulu dapat kukecapi
Kasih sayang tulus suci
Tak mungkin kini
Kau menghitung hari sendirian
Dalam mimpi cuba ku ulangi
Mengimbang bunga cinta murni
Adakah ini balasan setia

( bridge )
Biar seribu mawar
Tak bisa memekarkan
Tak bisa mewangikan
Di pintu jiwa yang kau kecewakan
Usah merisik lagi
Takkan kau miliki
Aku kini bahagia
Tanpa cinta yang pura-pura

( korus )
Kala hati ingin kau bersama
Engkau tega memilihnya
Di mana aku kau letakkan
Di hatimu
Siang malam cuba kumenipu
Perasaan hati ini
Kini ku ingin
Bebas bersendiri

31) So who want to share their Ones? How about?
How about pangsenan and lilyliza.blogspot.com?


Jan: huh legaaa...

Seribu mawar: Kuala Rompin, Tanjung Gemuk and Jonny Depp...

See me in `the 25 most stylish men in the world 2010', he he he.

Writing in english?
Thursday is always my `english day'... So i try to speak english and wrote some english writing...(of course, broken here and there, he he he...). I never wrote my story (feeling) in english, my blog always used my `Bahasa kebangsaan'.
I worried my broken english will keep away my reader from understanding what i'm going to speak of, and i believe that many people spend days worrying about what others people think. If everybody just stop worrying about this, i believe we are 50% more effective in our lives, he he he. So i `bakulsampahkan, (throw away) my worried and try to write in english, he he he.
There is always first time to everithing kan?... Maybe uncle joe will muntah (vomited out) with my broken english, or he will love it gitu? or in between?
Yesterday once more...
Yesterday was a quite sad day for me. Why? Because my mother's friend passed away, because i feel empty and because i lost my Sharifah Aini's Cd (missplace?). It was so sad things kan?...
I woke very early then i decided to drive my Myvi to get away from my house. I drove by my own self to....Kuala Rompin...until i reach Tanjung Gemuk with lara di hati (with the sadness heart).
Without `Seribu Mawar'
I 'm dying into hell (memang boring nak mampos) and i just need an new air to breath into. It is not that I'm in a sad situation or unhappy, it is just that i need a pleace that i never been there to kill my bored (hilangkan kebosanan).
Because there is no Sharifah Aini's CDs, I `invite' Anita Sarawak to accompany me till Tanjung Gemuk. I kept repeating `Engkau yang bukan engkau' (you're not you anymore!) track until my sadness increase to first degree level.

Johnny Depp
After a long journey i pusing balik (turn round) to my campus. In my room, i searched internate and i found Johnny Depp is on the cover of GQ this month. He looks sexy and stunning (as always....) Unfortunately, he is not my favorite, he he he... although i love watching his trilogy of Pirate of Carabiang...
I'm a big fan to Brat Pitt, and of course Badul too...

Jan: ...my life had become horribly dull and uninteresting... My life is not always goes smooth...and always...there's a shit in the happy heart (place...).

Tuesday, January 26, 2010

Pergi...


AWAL pagi tadi saya menerima SMS daripada sahabat saya yang berada di Kuantan. Saya sudah dapat menduga ada sesuatu yang penting kerana SMS itu tibanya pada awal-awal pagi. Namun saya telah bersedia daripada semalam...
Kehilangan orang yang kita sayang (dan orang itu sayangi kita...) membuatkan kita rasa sangat dukacita. Lebih-lebih lagi seseorang itu sayangi kita kerana kelebihan dan kekurangan kita. Dia terima semuanya sekaligus dan menyanyangi... Namun seperti yang kita selalu diberitahu, tiada yang kekal di dunia ini. Tiada. Pemergian yang tak kembali adalah lumrah. Saya cuba tempatkan diri saya dalam dirinya, dan air mata saya menitis, saya sangat sayangkan mak saya. Dan tiada di dalam dunia cinta semurni mak kita... percayalah.
Eja adalah sahabat saya yang saya tidak akan lupakan seumur hidup saya, seluruh sepanjang perjalanan. Kalau boleh selepas alam ini pun saya masih mahu mengingatinya. Ke mana saya pergi dan di mana saya berada ingatan doa untuknya tak pernah putus... Saya ingatinya tiap-tiap hari... Erti persahabatan dan maksudnya kami pelajari dengan tekun dan bersungguh. Sebab itulah saya rasa seperti ingin terus terbang kepadanya, mahu bersamanya pada waktu kesedihan bertamu, mahu memberikan semangat. Itulah yang hanya mampu saya lakukan kan...
Namun kerana cuti telah dibekukan, saya hanya sempat menghantar SMS memberitahunya bahawa dia lebih tabah dan kuat berbanding diri saya. Saya tahu benar... dialah biasanya bahu yang saya nangiskan. Saya tak menulis SMS yang panjang kerana saya rasa tentu dia berada di dalam kesedihan dan mahu bersendirian. Kami juga tidak galak berbalas SMS, kami saling memahami.
Sekarang dia sudah tidak berayah dan beribu... Tinggallah dia seorang diri. Namun alhamdulilah sekarang dia sudah ada teman hidup yang akan bersamanya selamanya. Saya berdoa agar dia selalu dibahagiai, disetiai, dijujuri dan dihargai...
Jan: Semoga dia tabah, semuga roh ibunya dicucuri rahmatNya...

Thursday, January 21, 2010

Lagi-lagi Mankisu: Lebat seribu mawar....

HALILINTAR berdentung membelah bumi, memang kilat sambar menyambar. Bunyi guruh seakan memberi amaran. Dan jalan raya di hadapannya sudah mulai kabur... Hujan kemudiannya turun lebat memutih dengan ganasnya. Hanya lampu-lampu kereta di hadapannya sahaja menjadi pedoman untuk meneruskan perjalanan ke Kuantan...
Mankisu memberhentikan kereta kecilnya di bahu jalan. Hujan lebat itu benar-benar menakutkannya. Sebagai pemandu baru dia tidak yakin dapat merentas hujan selebat itu… (walaupun dalam kehidupan sebenar, badai mana lagi yang tak ditempuhinya...?).
Setelah beberapa lama menyandarkan diri, Mankisue tiba-tiba membuka sedikit cermin tingkap kereta dan membuang cd-cdnya satu persatu... Cd Sealing Diong, Raihang, Pop Indon dan juga lagu-lagu Melayu Campur yang diburnt. Namun apabila tangannya menyentuh Cd Sharifah Aini, hatinya membeku... Dia tidak tergamak membuangnya!
Akhirnya Mankisue tersandar sunyi melayan lagu `Seribu Mawar' daripada CD tersebut. Tiba-tiba terimbau lagi (pulak dah) nasib dirinya. Persoalan demi persolan timbul (tapi tak ada pula skima jawapan, he he he). Mengapakah episode yang selalu hadir di dalam hidupnya tidak ada episod yang agak biasa... Mengapa episode hidupnya entah apa-apa seperti drama indon.
Jika nak dibandingkan dengannya, Mankisue tahu dia serba kekurangan. Hanya mempunyai sebuah kereta kecil dan sebuah rumah dibelah dua (semi D). Dia tidak miliki rumah di Kelantan, tiada rumah di Terengganu apatah lagi di kotaraya Kuala Lumpur… Walaupun agak handsum, Mankisu sedar siapa dirinya, dia tidak pandai bergaya. Dia selalu kelihatan serebeh…
Mankisue tiada ratusan ribu ringgit di bank, apatah lagi jutaan... Dia juga tidak memiliki banyak kereta, hanya kereta kecil nan satu. Kereta putih seputih hatinya...Kereta putih yang kini menjadi kesayangannya. Menemaninya ke sana ke mari.
'' Ah...bukan lawanku... ' desis hati Mankisue. Yang hanya `lebih’ mungkin sebuah kesetiaan yang besar yang kecil di mata orangnya, ...tak dihargai...yang tak dinilai, terabai...
Hujan lebat seakan tidak mahu berhenti. Mankisue memainkan viper keretanya. Banyak kali dia tersilap hingga viper di belakang kereta pun keluar dengan sabun-sabunnya sekali. Sesekali bimbang juga memberhentikan kereta di tepi jalan. Bimbang dilanggar kereta lain walaupun hakikatnya dia memang sudah berada dalam sebuah kemalangan...Kemalangan yang dasyat.
'' Suatu hari nanti kau akan merasai apa yang aku rasai. Tidak sedikit lebih atau kurang. Dan ketika itu kau akan tahu… aku bersumpah tidak akan ada kebahagian yang mampu tumbuh di atas kemusnahan hidupku ini...'' Persis dialog dalam novel-novel, begitulah sumpahan yang maha hebat lahir di hati Mankisue yang maha punah.
'' Aku bersumpah membenciimu seumur hidup!... '' Tegas hati nurani Mankisu sambil menyetart kembali kereta dan menfreekan handbreak... Kereta putih itu terus melucur laju membelahi hujan yang lebat... Dia tidak takut mati. Dia redha...
“...nothing is all better, nothing ever gets better…!” Hati Mankisue berdetik.
Jan: Bodoh! bodoh! tak habis habis meratap nasib hidup...bodoh!

Monday, January 18, 2010

Antara kucing dan ayah kita...

'' Saya memang tak percaya sepuluh orang anak akan dapat memelihara seorang ayahnya dengan sempurna. Saya ulangi SEORANG ayahnya (bukannya dua tiga orang). Saya ulangi SEMPURNA (bukan ala kadar je...). Dan saya juga lagilah tak percaya (mati hidup balik) seorang ayah tua berpuashati dengan layanang yang diterima sempurna daripada anaknya...''
Tetapi itu soal lain, soal yang tak ada kena mengena dan kaitannya dengan apa yang saya akan tulis ini...
Perihal anak buang mak bapak ni sebenarnya dah jadi kebiasaan dalam masyarakat Melayu, daripada pengalaman saya ia berlaku di mana-mana. Banyak orang bercerita mengenainya. tetapi seorang ayah atau ibu biasanya tak menceritakan kepada orang lain... '' Per`anjing' di mata orang pe`raja' di mata kita '' itulah pepatah lama selalu disebut-sebut lidah... yang maknanya secara ringkas kita nampak anak kita yang baik je di mata kita wahal orang ramai nampak anak kita sangat teruk peaer perangainya, lebih teruk daripada samseng Kampung Dusun...
Kes buang mak bapak juga sukar nak diperbesarkan kerana definisi `buang' tu juga pelbagai maksudnya. Terlalu subjaktif dan bukannya objektif.... Bagi saya jika kita tak pedulikan ayah kita ianya dah dapat dikira sebagai `buang' dah. Kita tak kontek mereka, balik kampung pun jarang-jarang (eh terasa pulak atas batang hidung saya sendiri... harap-harap pembaca tak terasa hati ya, he he he buat tak tahu je... he he huh!). Maklumlah kita sibuk dengan keluarga sendiri. Buang pada pendapat saya bukan saja setakat merujuk kepada cara kita buang kucing di tepi jalan atau pasar (yang kita baca di akhbar beberapa hari dan minggu yang lalu...)
Cuba bayangkan jika kita dibuang sebek dan sebab apa kita dibuang sebek? Tak sahlah bincangkan bla-bla-bla sepatutnya anak yang jaga bapaknya, itu semua orang tahu (cuma payah nak dilaksanakan kan?)
Kita kena buang kalau kita sediakan ruang untuk dibuang. Maksud saya kita juga bersalah sebab mengadakan ciri-ciri `buang' pada kita. Ruang-ruang untuk dibuang? Tak pernah dengar pun?
Kawan saya beritahu kita kena buang mungkin sebagai balasan sebab masa kita muda kita tak tunai tanggungjawab dan didik anak-anak kita dengan elok. Kita abai anugrah tuhang bagi, kita asyik huha - huha je, dan enjoy sakang sambil abaikan tanggungjawab. Kalau kita kena buang itu kira salah kita la... Dan kata kawan saya lagi si pembuang ayah nanti akan kena buang juga oleh anaknya suatu hari nanti...
Dan tambahnya lagi jika kita kena buang macam kucing sedangkan kita jaga anak kita dengan elok itu adalah dugaan tuhan...
Segalanya mungkin... Namun kita kena juga lihat situasi lain di mana faktor penyumbang terhadap kes buang ini. Dalam satu kes isterinya tidak selesa dengan ayahnya. Maknanya isteri kita tak suka ayah kita. Haru kan... Sebab apa pulak isteri kita tak suka ayah kita? (itu soal lain pulak, boleh buat satu posting berasingan....). Tapi kita tak bolehlah buang ayah kita kerana semata-mata kerana isteri kita tak suka kan? Ke boleh buang gitu je?
Rasanya semiskin mana ayah kita dan juga kita, kita bertanggungjawab ke atasnya. Opps...! saya tak nak bincang pasal tanggungjawab, budak darjah 3C pun tahu anak kena jaga ayah bila ayah tua. Tu semua orang tahu, itik serati dan ayam belanda je tak tahu...
Kalaulah kita ada banyak harta, cash yang banyak, banyak rumah dan kereta. Mungkinkah kita dibuang anak menantu? He he he...takut saya nak jawab sebab jawapan itu melambangkan nilai kemanusiaan manusia yang semakin rendah...
He he he. Sadis sungguh kehidupan ya... kesian masyarakat kita
Jan: Aku dibuang secara halus, dihina secara halus dan dikhianati secara halus... tetapi aku percaya ahad ada isninnya, rabu ada khamisnya...ohh
...Oh jangan putarkan lagu itu di depanku! Lagu itu mengingatkan kisah ketika kami bersama...(pulak dah...)

Tidak selamat lagi...?

Pernah tak merasa bimbang atau risauapabila membaca paparan berita jenayah di dada-dada akhbar dan di muka-muka Tv. Pada pendapat saya paparan-paparan berita jenayah itulah yang sebenarnya menampakan/mengambarkan jenis mana masyarakat kita ini. Masyarakat jenis damai atau masyarakat rosak?
Berita begini juga memberikan kesan/tenaga yang negatif untuk memulakan kehidupan harian saya. Pagi-pagi lagi dah terima berita malang...
Betulkah kita hidup dalam masyarakat aman damai, sopan santun? Betulkah kita benar-benar selamat? Kalau benar-benar selamat mengapa buat gril rumah? Mengapa ramai tak berani jalan sorang-sorang kawasan sunyi? Mengapa kita tak boleh berpakaian seksi? Tapi penulisan ini bukanlah mahu menghuraikan mengenai kejadian yang berlaku tetapi mengambilnya sebagai ukuran cerminan masyarakat sekarang.
Sakit jiwa?
`Sakit jiwa', senang je macam biasa kita ambik jalan pintas bila menamakan/labelkan faktor penyebabnya. Kita label orang macam ni sebagai ada penyakit jiwa. Namun kita jarang berfikir mengapa yang terlibat itu menjadi `sakit jiwa', tak kan tiba-tiba je jadi sakit jiwa... Dan adakah faktor perubahan hidup dan alam sekeliling menyumbangkan ke arah itu (ke arah sakit jiwa).
`Orang tak ada agama gitulah'', sekali lagi kita senang guna faktor agama tetapi secara jumud! He he he.
Jauh daripada bahaya?

Sebagai manusia biasa kadang-kadang kerap kali kita terlupa kita berada di dalam masyarakat yang merbahaya. Mungkin kita selalu berpendapat dalam dunia ini ramai yang baik daripada yang jahat (pendapat mak saya).
Pada sesetengah orang, kita juga kononnya berada `jauh' daripada kelompok yang berbahaya. Kita sudah selalu berhati-hati, tak kan leeeea akan terkena juga. Fikiran yang bangang inilah yang membuatkan kita dengan selamba mendedahkan diri pada bahaya tanpa kita sedar. Sedangkan di sekeliling kita mungkin ada manusia yang berwajah budiman tetapi berhati syaitan.
Dalam berhati-hati pun kita mungkin terkena juga, apatahlagi dalam cuai...
Laluan belakang bangunan yang sepi...
Sebagai insan yang bukan superpower, ketakutan memang wujud dalam diri saya. Saya hidup sendirian dan selalu sendirian. Contohnya, dalam hidup saya ada beberapa tempat yang saya rasa takut, pertama semasa saya lintas belakang-belakang bangunan di mana saya nak ambik jalan pintas. Rasa takut tersebut timbul akibat daripada cerita kawan baik saya yang kena rompak. Rabak seluar dia kena tarik sebab perompak tu nak rompak duit di saku belakangnya. Kawan saya tersebut (namanya Anuar, nama sebenar) memang suka melalui lorong belakang bangunan sebab katanya di situlah jalan pintas yang paling pendek untuk ke tempat kerjanya.
Sebab itulah saya selalu hindari jalan di kawasan terlindung...bahaya. Dek kerana mereka nak duit beberapa ratus, mungkin nyawa kita melayang.
Di hadapan rumah kita huni!
Begitu juga bahaya mungkin ada di depan rumah kita sendiri (sebelum bahaya tu masuk ke dalam umah kita).
Apabila kita balik daripada kerja atau membeli belah, bila kita nak buka pintu nak masuk ke dalam rumah...jaga-jaga. Kita kena berhati-hati kerana mungkin ada orang tiba-tiba muncul di belakang kita sedang siap sedia nak merompak kita.
Mereka mungkin sebenarnya bersembunyi di belakang pasu (yang tingginya sama dengan dada kita). Atau serangan itu tidak mustahil berlaku semasa kita tengah buka pintu pagar rumah?

Walaupun malang tak berbau, kita mestilah berhati-hati...
Kawasan pakir kereta
Tempat parking kereta juga menjadi kawasan yang membuatkan saya berhati-hati. Saya selalu parking kereta seorang diri. Kadang-kadang saya dapati saya seorang diri sahaja yang parking kereta di situ. Namun seorang diri atau beramai-ramai bukannya isu kan?.
Kita dapati memang terdapat kes rompakan berlaku kepada pemandu yang bukan bersendirian. Contohnya satu keluarga di tempat parking kereta. Kejadian tersebut berlaku di tempat parking sebuah beli-belah yang kita biasanya tengok damai sahaja...di Kuantan!
Jurujual
Saya juga takut apabila dihampiri oleh orang yang nak jual sesuatu. Biasanya tanpa segan silu dia datang kepada kita dan mulalah mempromosikan barangan tersebut dengan sopan santun. Saya bukan apa, selain daripada bimbang faktor keselamatan, saya takut terbeli.
Jan: ...saya juga takut untuk bercinta lagi ... huh!

Friday, January 15, 2010

Mini Library 2

SEMALAM sudah sampai meja terpakai yang saya beli. Gembira sungguh rasa di hati sehingga saya terpaksa batalkan semua temujanji saya dengan manusia. Cuma saya sempat beri kucing makan sahaja (kucing jiran).
Meja-meja tu sebenarnya meja yang lebih sesuai digunakan di pejabat. Tetapi itu je yang murah dan mampu saya beli. Saya kena cepat siapkan mini library ini sebab masa saya dah semakin suntuk. Saya cuba buat apa yang terdaya secara kecil-kecilan...

Gambar 1: Saya letak pen-pen cederahati yang saya kumpul di dalam
mug-mug cederajiwa yang juga saya kumpul atas meja ni...
Bilik belakang bersebelahan dengan dapur, kecil sahaja saiznya, jadi tak muat nak letak meja secara memanjang dan gunakan meja yang berlengkuk dengan efisennya. Maka saya letak pasu di tempat yang tergohong. Biar nampak kreatif sikit atau nampak semakin tak betul?
Nak atur meja ni payah sebab kalau kapoh tak cukup ruang sebab saya dah ada 4 rak kiri kanan dinding bilik. Maka resolusinya saya pisahkannya ke dua meja tersebut.


Gambar 2: Meja tempat saya membaca ada pokok Nago

Semasa saya beli pokok Nago ni tingginya pendek sahaja, sekarang dah bertambah tinggi dan yang bestnya tak bercabang. Saya benci orang yang lidah bercabang. Menipu orang demi kepentingan nafsu sendiri. tak ada belas kasihan tak ada hati perut. Menipu saya tu maknanya menghinalah. Tapi saya yakin suatu hari nanti tuhan akan balas jua...tak lambat cepat, setiap yang kita buat tak akan lepas begitu saja. Tuhan tak duduk saja... Dia buat kerja, dia adil!

Maaf saya terbawa-bawa dengan emosi. Saya terlupa posting ini pasal meja yang saya beli bukan pasal diri saya dikhianati. Ok, saya dah ambik nafas kita kembali dengan soal meja. Meja ini terlalu besar rupanya dengan saiz bilik belakang ini. Masa kat kedai saya nampak kecil sahaja. Pelik...


Gambar 3: Saya letak 2 kerusi di dua meja yang saya terpaksa pisahkan...

Ada dua meja dan satu laci. Satu meja akan saya jadikan tempat saya duduk membaca dan berkhayal, dan satu meja lagi saya buat tempat saya buat kerja-kerja yang berkaitan dengan mengajar dan penulisan peribadi.

Saya percaya bahan bacaan saya akan bertambah banyak pada tahun-tahun akan datang. Maka saya kena ada rak yang banyak dan besar. Dulu saya berhajat benar (galok) nak tempah rak buku dari kedai yang berdizaing cantik atau beli kat IKEA tapi mahal sangat. Saya dapatkan apa yang saya mampu sahaja. Namun saya tetap bersyukur dengan mini library saya ni sebab orang lain mungkin rak buku pun tak mampu beli kan. Jadi sekali lagi saya panjatkan kesyukuran.

Sekarang saya ingin membeli bahan bacaan yang menyeronokan saya. Bila duduk saja-saja bolehlah saya membaca. Biar hidup saya seronok... Kebanyakan buku yang saya beli saya sudah baca kecuali kamus, he he he.


Jan: Tahun ni saya mungkin banyak habiskan masa di mini library saya berbanding di ruang tamu...

Thursday, January 14, 2010

Apa salah kawan saya?

Bila saya postkan posting `perihal jiran baru saya'. Kawan saya yang menalipon saya terus ceritakan sedikit sebanyak mengenai situasi yang pernah dialaminya. Sebelum dia berumahtangga dia ada la menyewa ramai-ramai di sebuah kawasan perumahan, kira standard la nyewa ramai-ramai kalau tak berumahtangga...
Kebiasaannya bila perempuan menyewa ramai-ramai ni tentu jadi perhatian orang di sekeliling. Paparanzi dan Mamaranzo tentu sibuk cari bahan-bahan untuk buat ketupat dan dimakan pada waktu-waktu petang yang nyaman....
Kawan saya beritahu bahawa jirannya `jadi lain' bila tahu dia tak berkahwin, dan rumahnya itu adalah rumah sewa perempuan. Peristiwa ini berlaku pada awal mula menyewa. Jirannya sejak hari itu jadi tak ramah malah berkelakuan semacam je. Kenapa ya?
Tentu kalau suami dia basuh kereta, dia tak senang duduk. Tentu isterinya 18 kali keluar depan rumah buat-buat ada kerja itu dan ini? Jemur kain la, alih pasu la, dan buat-buat cabut rumput...He he he kenapa ya?
Tetapi kawan saya tu baik, sangat baik dan bukan jenis gatal atau over... kesian pulak dia.
Kenapa ya dia dilayan begitu?

Jan: Buat-buat tanya...

Women's Weekly: Who inspires you most in life?


Datuk Sharifah Aini:


'' My grandparents. My parents didn't want me. As a baby, my mother gave me away to a Chinese family in Singapore. My grandparents found me and brought me back to Kampung Majidee in Johor Bahru. We were poor, but I had a happy childhood even though I had to make a living from the age of seven by peddling jackfruit and 'kuih' around the village. My loving grandparents made me who I am now. ''





Mariam Mahadzir , BETTER THAN EVER SHARIFAH AINI,

The Malaysian Women's Weekly, December 2000


Jan: No komeng...

Tuesday, January 12, 2010

Perihal jiran baru saya...

Kalau boleh saya nak berjirankan manusia yang bisu dan juga buta sekaligus (kalau boleh seluruh kaum keluarganya). Dan kalau boleh lagi saya nak jiran saya tu pentingkan diri, tak ambik tahu hal orang. Tetapi saya harus tampar pipi saya 2 kali, sebab saya orang Melayu dan tinggal di Malaysia! Malaslah saya nak kaitan dengan faktor agama, nanti ada yang tersinggung dan bom rumah saya pula...tak pasal-pasal kerajaan kena beri duit ke saya.
Saya tak kata jiran tak penting tetapi jiran yang teruk dan tak sekepala pastilah gundah-gelanakan hati kita. Dan kita tentulah tak selesa untuk menjalani hidup aman damai... Lebih-lebih lagi kalau hidup kita tak macam orang lain (baca dengan nada sedih...)
Namun di awal pertemuan kami, saya dah dapat mencium macam bau-bau yang enak dan kurang enak...
Jiran Belakang rumah...
Saya tak pernah sepatah pun bercakap dengan mereka... Saya rasa mereka orang berada, atau orang banyak hutang dengan bank. Mereka renovate rumah mereka besar dan cantik. Itu tidak menjadi masalah kepada saya. Renovatelah sebesar kapal Titanic pun, saya tak hairan.
Saya pernah ternampak mereka tempohari. Dia cuba bercakap-kuat kepada anak-anaknya, mungkin sengaja dia nak saya datang dan menegurnya di tepi pagar belakang rumah kami. Ikhlas saya cakap sebesar bayi kuman kurus pun saya tak ingin berjiran dengan orang macam ini.
Saya tidak senang dengan sikapnya yang sambung dapur hingga rapat dengan pagar kami. Memang la dia boleh sambung sebab tanah dia... Sangat rapat sehingga mencacatkan pemandangan daripada arah rumah saya. Saya juga dapati kalau silap gaya mungkin atap cucuran akan jatuh ke laman saya. Sudahlah sisa-sisa bahan binaan renovate tercampak cantik di laman dalam pagar saya!
Jiran Sebelah rumah saya...
Cikgu ini orangnya terlebih ramah! Kali pertama jumpa dah tanya saya itu ini dan siap nak `kenal'kan saya dengan seorang guru di tempat kerja bininya yang juga seorang guru. Cikgu yang nak diperkenalkan tu berumur 35 tahun dan aci bertaruh saya rasa cikgu tu berisi...he he he sebab kata Wawadave, it's rythm...
Saya rasa soalan itu terlalu peribadi... Sebab itulah setiap kali sampai rumah, selepas parking kereta cepat-cepat saya tutup pintu pagar dan elak daripada beramah mesra dengan mereka. Saya tahu mereka tak berniat menganggu saya tapi saya tetap rasakan itu hal peribadi. Saya rimas dan tak selesa...
Nanti kalau ada duit lebih saya nak buat tembok besar, saya nak pagar antara jiran sebelah rumah.
Jiran Depan rumah saya...
Depan rumah saya secara setentang memang tak ada rumah, cuma di kiri setentang rumah ada rumah.
Pertama kali jumpa cikgu tersebut (cikgu juga) dia juga agak ramah. Dia juga tanya saya hal ` orang rumah' kerja kat mana, tetapi bila saya cakap tak kahwin, dia cakap `alhamdulilahlah' dan cepat-cepat tukar kepada tajuk lain...
Kami berkongsi rokok (rokok dia), dan saya tak berapa selesa sebab dia suka berada dekat sangat dengan saya bila bercakap. Ada dalam 2 kaki sahaja. Terlalu rapat...tak sopan rasanya bila bercakap terlalu rapat, kita bukan Tarzan.
Saya sempat menjeling kepada bininya yang bermake-up lawa. Mengapa bini orang selalu nampak lawa berbanding dengan bini kita ya? (ooop, berbanding dengan pasangan kita? he he he) Bininya juga seorang guru. Saya juga beberapa kali menjeling kepada anak-anaknya yang tak duduk diam ke sana-ke mari... macam anak saudara saya.
Jan: Kalau saya ada banyak duit saya nak beli sebuah bukit, saya nak buat taman perumahan kat atasnya untuk orang yang tak kahwin-kawin. Saya faham benar perasaan mereka...

Friday, January 8, 2010

Dia ajak saya kahwin...

Saya menolaknya dengan baik... Bila orang ajak kita kahwin tentulah itu satu perkara yang besar...
Namun penolakan cara baik pun mungkin nampak tak secara baik juga. Sebelum ini pun ada orang yang secara terangan `melamar' saya. Saya menolaknya dengan alasan yang saya tidak mahu berumahtangga lagi... cukuplah sekali. '' Hidup sekali, mati sekali, bercinta sekali dan kahwin sekali ''. Saya gubah pepatah daripada filem hindi '' Kuch-Khuch Hota Hai''...
Saya tahu dia benar-benar ikhlas dan sayangkan saya. Saya banyak bukti dia ambil berat tentang saya (biarlah Adik mungkin kata saya perasan lebih...). Saya juga rimas jika pertolongan tersebut atas dasar mahu mendapatkan saya. Namun saya percaya `ikhlas' itu adalah rahsia tuhan. Namun sempat juga saya beritahu jika dia menimbulkan lagi soal tersebut (hal kahwin), saya tidak akan berkawan dengannya lagi...
Saya juga beri tahu sekali lagi tiga perkara yang saya tak suka, tak selesa atau geli dengar " kahwin, curang dan Fara Fauzana ''.
Dalam drama sebabak tu saya ada juga bertanya kenapa antara ramai-ramai orang, saya yang jadi pilihan? Dia beritahu selain daripada saya handsum, saya juga banyak pengetahuan agama dan boleh bimbing dia. Dia kata jika saya gunting rambut, sikat dengan kemas guna minyak rambut dan pakai kemas, saya sebenarnya handsum. Dia tuduh saya sembunyikan kehandsuman dengan buat-buat gemuk dan serebeh.... Dan dia juga kata dia kagum sebab pengetahuan agama saya bukan setakat iman Syafiee je, dia kata saya tahu banyak hal agama. Kami sering juga bincang pasal agama bila berjumpa...
Sebab atas dasar pengetahuan agama tu memang saya tak dapat terima, saya tak tahu banyak hal agama dan bukan jenis saya nak bimbing-bimbing orang ni. Saya sendiri kadang-kala tunggang terbalik. Setakat baca buku dan cakap apa buku tulis, semua orang boleh kalau nak. Saya ni bukan jenis orang nak bawa mesej-mesej... Tapi sebab pertama pasal saya handsome tapi sembunyikannya tu saya jawab ''I'm not dinaying...''. He he he.
Dia kata dia nak belikan saya kereta Honda, set perabut jati dan macam-macam lagi barang kesukaan saya...
Jan: Cinta bukannya harta, cinta adalah jiwa, tak mungkin kita mampu membelinya...

Sunday, January 3, 2010

2010: Azam dan harapan…

Saya semakin hilang idea untuk menulis. Percakapan kawan-kawan di hadapan saya sudah semakin menipis di telinga, ibarat masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Seakan sudah tidak menarik, perkara yang sama juga diperbincangkan, dan saya pun sudah malas nak menyampuk…

Baiklah saya ceritakan tentang diri saya. Semalam saya pasang Tv tetapi saya tidak mengikuti ceritanya. Cerita tidak menarik dan hambar… lalu saya capai pena dan kertas, dalam kesendirian saya list down 10 azam saya tahun 2010.

Saya tidak terkejut apabila mendapati bahawasanya kebanyakan azam yang disenaraikan tersebut adalah azam lama yang tak tercapai! He he he, contohnya azam mahu dapatkan timbangan badan yang ideal sehingga 68kg dan mahu mengurus wang dengan baik. Sebenarnya azam-azam itu bukannya azam tahun lepas tapi azam yang dah sedia bertapak pada beberapa tahun lepas, he he he.

Namun ada juga azam baru yang saya tambah dalam senarai. Azam baru ini penting kerana ia akan jadi sebagai kayu pengukur diri. Apabila saya mencapainya nanti harap-harap ia merupakan satu peningkatan diri. Boo-boolah dengan apa orang kata tetapi ia penting bagi diri saya, contoh azamnya saya nak pandu kereta balik kampung selaju mungkin.

Terdapat juga azam tahun lepas yang saya kira berjaya. Antara saya boleh tersenyum kerana berjaya mengeratkan lagi hubungan saya dengan kakak saya di Kuantan. Dan kami bertambah erat lagi apabila kakak saya mahu menghadiahkan lukisan bernilai rm600 sempena saya naik rumah baru nanti. Selama ini bukan tidak erat tetapi masing-masing sibuk, dan pandangan kami tentang dunia pun jauh berbeza.

Pada pendapat saya perlu bagi kita berazam setiap tahun. Orang yang tak mahu berazam semata-mata kerana azam tahun lepas tak tercapai boleh lagi menuruskannya dan berusaha dengan lebih gigih. Apa salahnya berazam, bukannya kena bayar kan? Dan kalau tak tercapai itu tandanya usaha kita tak kuat dan kita masih boleh lebihkan usaha…Contohnya saya ni walaupun banyak azam saya tak tercapai tapi saya teruskan jua kehidupan…he he he.

Namun kalau ada pihak saja-saja tak nak berazam atas tak ada apa-apa sebab itu adalah hak peribadi sebab kadang-kadang bukannya kita berazam sangat tapi ia datang juga melalui masa. Contohnya tahun 2009 nan lalu saya gembira bila dapat miliki kereta. Saya hutang kereta tu pun secara tiba-tiba… sehingga masa nak gi kedai Ja tanya ‘’Betul ke nak beli kereta ni?’’ Sebelum tu pun dia dah beberapa kali tanya… Saya jawab, ‘’Ya dah tiba masanya’’.

Begitu juga tahun 2009 ini saya gembira dapat kunci rumah walaupun saya tak pernah berazam pada tahun-tahun tertentu saya kena miliki rumah…

Hidup ni kadang-kadang bila kita buat pilihan kita sebenarnya tak tahu kuasa pilihan itu akan bawa kita ke mana… atau jadi apa akibat daripada pemilihan yang kita buat tu…

Tahun 2010 akan saya lalui dengan getir dan pedih, saya tahu kerana itu adalah perjalanan hidup saya. Namun saya berazam dan berharap saya sentiasa sihat untuk kembali melukis warna pelangi…kerana tanpa tujuh warnanya…saya akan runtuh…


Jan: hanya kematian yang dapat memadam kenangan.