"Personal musing inspired by past and ongoing experiences of my life…depicting how I feel and what comes hereafter. However it may also revolves around my personal whishes, hopes and beliefs which I often in doubt and wondering... what is the meaning of life.."

Friday, August 12, 2011

Pertama kali tayar pancit...

Sebelum berbuka puasa, memang kawan saya ada sms beritahu yang tayar kereta saya pancit, tetapi pada masa tersebut saya tak gelabah. Saya berada di Ulu Yam selangor rumah adik, saya sms balik beritahu yang nanti saya akan tukar dengan tayar spare yang ada dalam bonet belakang kereta (ada ke bonet depan kereta).


Namun bila saya balik rumah di Kuantan dan lihat dengan mata kepala saya sendiri tayar saya pancit. Saya rasa tergaman dan terus rasa kekuatan untuk saya tempohi hidup ini lenyap. Saya sangat sedih dan tak tahu apa yang saya patut buat. Saya terkedu dan terduduk di kerusi batu (yang saya beli daripada lori yang menjaja di kawasan perumahan).


" Tayar spare di belakang ada angin tak?" Ayah saya tanya.


" Tak tahu" saya jawab.


" Ada jek tayar tak?" Ayah saya tanya lagi.


"Tak tahu" Saya jawab lagi.


Ayah saya beritahu kena selalu ada barang-barang tersebut dalam kereta. Kalau ada kecemasan senang. Saya baru teringat yang barang-barang tersebut saya tinggalkan di rumah sewa saya di Muadzam. Saya ambil dari kereta sebab ia menyemakan kereta saya. Dan dalam pada tu saya sangat susah hati, saya rasa saya berdosa sebab itu tuhan hukum.


Namun kesusahan hati saya tersebut reda bila ayah saya menguruskan segalanya. Kira kerja saya susah hati sajalah, he heeh. Namun saya tak dapat bayangkan jika pada masa tersebut ayah saya tidak ada...


Ayah saya pam tayar tersebut dan bawa kereta tersebut ke kedai dekat cabang jalan besar. Bila ayah saya balik dari kedai pomen, ayah saya beritahu tayar saya ada paku, terus saya tanya:
"Ayah tukar tiub dah?"
" Mana ada pakai tiup tayar ni" Jawab ayah saya.
Laaa, saya ingatkan macam motor saya dulu. Bila bocor boleh tukar tiub. He he he.
Jan: Susahnya ada kereta dan susah juga tak ada kereta...

No comments:

.