"Personal musing inspired by past and ongoing experiences of my life…depicting how I feel and what comes hereafter. However it may also revolves around my personal whishes, hopes and beliefs which I often in doubt and wondering... what is the meaning of life.."

Monday, May 28, 2012

Untuk saya bahagia...


“The biggest obstacle
to change
is our memories.”
Kalau boleh saya ingin padamkan segala kenangan itu dan sewaktu dengannya. Kalau boleh yang pahit-pahit sahaja. Tetapi tentulah saya tidak mampu. Dalam mengenang kemanisan, pahit sendunya akan mengekori...
Kenangan tidak dapat dibunuh sebab ia bukanlah sesuatu yang boleh dibunuh. Saya cuba membunuhnya, bunuh segala kepahitan demi masa depan. 
Saya tidak ingin terus jadi orang bodoh menunggu kebenaran tuhan. Sayalah yang kharus berubah. Masa tidak ada banyak mana lagi... Kalau saya dapat lupakan kenangan pahit itu, sudah tentu saya akan lebih maju. Saya percaya sangat (saya sangat percaya).
Duduk di tepi hutan, pada petang-petang begini menyedarkan saya tentu saya lebih maju jika saya dapat padamkan kenangan iyu. Tetapi parut dan kesakitan itu masih saya terasa (nasib baik tak guna Masih aku terasa, jadi macam kumpulan Gersang pulop)
Kenangan memang menyekat, mengikat dan menarik kita ke belakang. Pernah saya rasa semua harta benda (rumah, kereta dan pasu-pasu tersebut) yang ada di hadapan mata saya semuanya tidak bernilai. Namun bila saya tatap muka emak atau anak-anak saudara saya, ia memberi kekuatan untuk saya melangkah.
Saya mengambil kesimpulan, untuk saya bahagia saya mesti bunuh kenangan ini...

Jan: Hidupkah aku tampa kenangan itu, setelah aku separuh mati... jeng jeng jeng...



1 comment:

Nong Andy said...

best la entri ni.. sangat positif :)

.