Total Pageviews

"Personal musing inspired by past and ongoing experiences of my life…depicting how I feel and what comes hereafter. However it may also revolves around my personal whishes, hopes and beliefs which I often in doubt and wondering... what is the meaning of life.."

Friday, August 8, 2014

Redup Langit Muadzam... (Jauh di sudut hati... _ Sudirman)




Sayang
Kubawa jauh rinduku
Kerna aku telah tahu
Kau bukan milikku

Sayang
Sesunguhnya bukan mudah
Menjalani hidup ini
Tanpa kau di sisi

Jauh disudut hati
Aku masih bermimpi
Mimpi yang indah
Esok kau kembali

Jauh di sudut hati
Ada waktu-waktunya
Aku berdoa
Kau pulang semula

Sayang
Biar ku mengingatimu
Biar kugantung harapan
Hingga sampai waktu
Nafas terakhirku



Petang semalam hujan. Saya mencapai jaket yang saya beli khas untuk melihat Konsert El Divo di Genting. Saya menuju ke tempat letak kereta. Nyaman dan sejuk udara petang ini. Saya melihat ke langit. Redup sungguh langit Muadzam...
 
Saya selalu menahan rasa cinta, kasih dan sayang di dalam dada. Hanya untuk dia... Kadang-kadang bila langit redup bertambah ia menambahkan rasa seksa. Namun saya meneruskan perjalanan hidup dengan sabar... Seperti juga perjalanan menuju ke kereta...
 
Saya berlar-lari anak bak hero dalam drama Korean.
 
Saya teringat nasihat saya kepada rakan sekerja "Hidup ini bila kita rasa suka dan bahgia tertawalah sepuasnya, sebab kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada esoknya..."
 
Setelah dia tiada saya tidak pernah bahagia dan lena tidur. Tetapi saya biarkan hati meratap hiba sedangkan fizikal ini terus berjuang untuk hidup...
 
Tetapi sampai bila?

No comments:

   

.

.

.